Ritual Pulung Langse 1 Suro
Makam Balakan Desa Mertan Bendosari

Jikalau kau ingin perutmu kenyang, pakaianmu utuh dan rumahmu baik, maka…rawatlah aku !!! dan sebutlah aku ” KI Ageng Balak “.

Demikianlah hal ikhwal pertama kali makam Ki Ageng Balak yang terletak di Kecamatan Bendosari ini ditemukan oleh penduduk desa. Di kemudian hari makam tersebut dinamakan makam Balakan.

Ki Ageng Balak diyakini oleh masyarakat adalah salah satu keturunan dari kerajaan Majapahit yang dikenal sebagai Raden Sujono, sampai akhir hayatnya beliau ditemani oleh dua orang pengawal yang setia yaitu Tumenggung Simbarjo dan tumenggung simbarjoyo.Raden Sujono saat itu merupakan sosok yang pilih tanding, bijaksana serta menguasai berbagai ilmu tinggi. Kesaktiannya sampai saat ini oleh masyarakat sekitar diyakini mampu memberikan tuah yang tinggi. Setiap bulan syura hari minggu terakhir diselenggarakan Upacara ritual pulunglangse yaitu mengganti langse lama dengan yang baru, sedangkan langse lama diperebutkan oleh peziarah. Langse ini oleh peziarah diyakini memberikan tuah yang tinggi.

Bekas Benteng Karton Kartasura Sebelum Pindah ke Surakarta
Lokasi 15 km ke arah barat dari Sukoharjo

Kraton Kartasura merupakan cikal bakal dari Kraton Surakarta Hadiningrat. Pembangunan Kraton Kartasura merupakan kelanjutan dari timbulnya kemelut perebutan kekuasaan di Mataram pada masa Amungkurat I tahun 1680.

Peninggalan ( petilasan ) yang membuktikan keberadaan Kraton Kartasura, antara lain : Alun – alun, Kolam Segaran ( sekarang menjadi lapangan ), Gedong obat ( dahulu gudang mesiu ), Tembok berlubang akibat geger Pacinan, Sumur Madusaka yang digunakan untuk memandikan pusaka – pusaka kerajaan, Makam BRAy.Sedah Mirah, Tembok beteng dari batu bata setebal 2 – 3 meter, Masjid yang dibangun Sunan Paku Buwono II.

Batu Seribu
Desa Gentan Kecamatan Bulu
Lokasi 20 km arah selatan dari Sukoharjo

Pemandian Air Hangat Langenharjo
Lokasi di desa Langenharjo Kecamatan Grogol
Peninggalan PB IX, diperbaiki PB X pada bagian pesanggarahan

Berlokasi di sebelah utara Sungai Bengawan Solo. Pesanggrahan Langenharjo didirikan oleh Sunan Paku Buwono IX tahun 1870 dan dilanjutkan oleh Sunan Paku Buwono X. Saat itu tempat ini digunakan oleh keluarga Kasunanan Surakarta untuk rekreasi. Sebuah ruangan khusus bernama Sanggar Pamujan dipergunakan oleh Raja untuk bermeditasi guna mendapatkan ilham dalam mengambil keputusan penting yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi raja atau masyarakat. Pada bagian belakang bangunan utama terdapat tempat pemandian yang diyakini oleh masyarakat air tersebut mengandung belerang yang dapat menyembuhkan penyakit kulit.

Karamba Waduk Mulur

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Link Tekait